Selasa, 20 Desember 2011

Kisah Si botak Pengawal nunun di Thailand

0 komentar
Sulitnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPk) mengendus persembunyian Nunun Nurbaetie di luar negeri ternyata berkat kepintaran pengawal-pengawal Nunun. Itu sebabnya kendati Nunun sering muhibah dari Singapura, Thailand, Kamboja, Hong Kong, dan Laos, jejak Nunun tetap sulit terlacak.

Tersangka kasus suap cek pelawat saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Miranda Goeltom pada 2004 itu selalu dijaga oleh lima pria kulit putih dan seorang warga negara Thailand.

Seorang di antaranya dikenali sebagai Philip B. Christensen, veteran marinir Amerika Serikat. “Mereka bergantian mengawal Nunun,” kata seorang sumber Tempo, seperti dilaporkan dalam laporan utama majalah itu, yang terbit pekan ini (Selengkapnya baca Tempo edisi 19-25 Desember 2011). Dua tahun dalam pelarian, Nunun tetap aman.


Philip B Christensen

Meski Nunun masuk dalam daftar buruan Interpol sejak Mei lalu, dia tetap tak terlacak. Ada pria plontos, kulit putih, dan berbadan kekar ini selalu duduk tepat di samping kursi Nunun. Pada suatu ketika, Philip memperoleh kursi terpisah dari istri mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Adang Daradjatun itu. Ia pun segera meminta awak pesawat memindahkan kursinya agar bisa duduk berdampingan dengan “klien”-nya.

Pertengahan November lalu, Philip tertangkap kamera Bandar Udara Suvarnabhumi, Bangkok. Mengenakan celana jins, kemeja putih, dan jaket hitam, dia berjalan tepat di belakang Nunun. Matanya terkesan sedang mengawasi sekeliling. Adapun Nunun menutup rambutnya dengan kerudung yang diikat di bagian atas.

Menurut sejumlah sumber, aparat Thailand mengintai beberapa saat sebelum mulai merangsek ke rumah. Mereka menunggu hingga Philip meninggalkan rumah itu. Ketika kemudian polisi masuk, Nunun hanya ditemani pengawal berkewarganegaraan Thailand dan seorang kerabatnya.

Philip bukan orang asing bagi Adang. Ia tercatat dua kali masuk Indonesia. Pada satu kali kunjungannya, ia diketahui bertemu pensiunan jenderal bintang tiga itu di Restoran Batavia, Jakarta Pusat.

Ditanyai soal ini, Adang menolak memberi penjelasan. “Anda kejar sampai kapan pun, saya tidak akan menjawab,” ujarnya. Sedangkan Troy Pederson, Atase Pers Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta, menolak memberikan informasi tentang Philip. “Maaf, undang-undang kami melarangnya,” kata Pederson.
sumber

0 komentar:

Poskan Komentar