Kamis, 08 Desember 2011

Malaysia Luncurkan Buku Sejarah Batik

0 komentar
Malaysia akan meluncurkan buku tentang sejarah industri batik mereka pada Jumat mendatang. Buku berjudul 'Malaysian Batik: Reinventing a Tradition' itu akan diluncurkan dalam


Konvensi dan Pameran Batik Internasional Kuala Lumpur (KLIB) 2011.

Buku ini berisi sejarah batik, bahan-bahan, metode membatik dengan tangan dan cap, serta cara batik Malaysia bertransformasi dengan kehadiran batik internasional. Rencananya, buku ini akan diluncurkan oleh mantan Perdana Menteri Tun Abdullah Ahmad Badawi di The Kuala Lumpur Convention Center.

Kepala Eksekutif Yayasan Budi Penyayang, Datuk Leela Mohd Ali mengatakan peluncuran buku ini sebagai bagian dari inisiatif yayasan untuk menyesuaikan industri batik Malaysia dengan mode saat ini.

"Kami kini berada pada fase enam, dan peluncuran buku ini sangat istimewa karena menandakan kreativitas Malaysia dan kebangkitan industri batik," katanya seperti dikutip Bernama.

KLIB ini diselenggarakan oleh Yayasan Budi Penyayang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Malaysia. Temanya 'Bisnis Batik', akan menampilkan segmen khusus pada "Kerajinan Batik" yang terdiri dari prototipe dari kategori kerajinan tangan dalam Kompetisi Piala Seri Endon.

"Ada tiga kategori untuk pertandingan seri Endon, yaitu fashion, kerajinan halus, dan kerajinan tangan," kata Leela.

KLIB akan menampilkan lebih dari 100 stand yang terkait produk maupun jasa batik lokal dan internasional. Selain itu, juga ada presentasi oleh 19 ahli batik di berbagai bidang, dari orang-orang yang telah mengembangkan kebijakan pada industri kerajinan di negaranya masing-masing.

Di Indonesia, batik juga dikenal sebagai warisan budaya. Literatur-literatur soal batik juga telah ada. Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi Oktober 2009. (adi)

sumber

0 komentar:

Poskan Komentar