Sabtu, 10 Desember 2011

Perusahaan Ini Karyawannya Wajib Tak Pakai BH

0 komentar


Banyak perusahaan yang menerapkan ‘dress code’ saat bekerja. Tapi sebuah perusahaan di Utah, Amerika, malah membuat aturan busana yang tidak wajar, dilarang memakai bra. Seperti yang dikutip dari nydailynews, sebuah laporan sipil yang diajukan beberapa hari lalu ke Pengadilan Distrik Amerika oleh Trudy Nycole Anderson menuliskan bahwa mantan atasannya, Derek Wright telah membuat peraturan yang di luar batas. Wright memaksa Anderson untuk mengikuti ‘jadwal busana seksi’.

Wright mendikte busana apa yang harus dikenakan oleh Anderson selama seminggu penuh. Hari Senin Anderson harus mengenakan rok mini (Mini-skirt Monday), memakai atasan kemben pada Selasa (Tube-top Tuesday), T-shirt basah pada Rabu (Wet T-shirt Wednesday), tak boleh memakai bra pada Kamis (No bra Thursday) dan mengenakan atasan bikini pada Jumat (Bikini top Friday).

Tidak hanya membuat aturan busana saja, Wright yang merupakan pemilik ‘Lone Peak Controls and D&L Electric Control Company’ juga dilaporkan sering melakukan pelecehan seksual kepada Anderson. “Dia berulang-ulang kali menanyakan ukuran payudara dan membicarakannya di depan karyawan lainnya,” tulis laporan tersebut.

Anderson mengatakan bahwa tidak hanya dirinya yang kerap kali mendapat pelecehan seksual. Beberapa teman kerja wanitanya juga pernah merasakan hal yang sama. Menurut Anderson, bosnya tersebut juga memiliki kebiasaan menonton film porno di dalam kantornya.

Anderson yang merupakan seorang ibu dengan tiga orang anak itu merasa bahwa dirinya menjadi target pelecehan seksual karena Wright tahu jika dirinya tidak bisa hidup jika kehilangan pekerjaannya tersebut. Anderson dibuat menandatangani sebuah dokumen tertulis yang menyatakan, ‘ketika Anderson menerima pelecehan dan ada masalah dengan hal itu, maka Anderson harus bisa memakluminya’.

Pada Februari 2011, Anderson telah dipecat karena telah melaporkan perilaku atasannya itu. Wanita berusia 44 tahun tersebut, menuntut karena telah diberhentikan dari pekerjaannya dan juga gangguan mental yang ia dapatkan saat bekerja di perusahaan Wright.

0 komentar:

Poskan Komentar