Jumat, 16 Desember 2011

Putri Khadafi Tuntut Kematian Ayahnya Diusut

0 komentar

Aisha, putri Muammar Khadafi (REUTERS/Louafi Ayahnya ditangkap dan dibunuh, mayatnya dipajang, tidak langsung dimakamkan.

Putri Muammar Khadafi melayangkan sepucuk surat pada Mahkamah Kriminal Internasional (ICC). Ia mendesak ICC mengusut kematian ayah dan adiknya.

Dalam suratnya, Aisha Khadafi menyebutkan bahwa ayahnya, Muammar Khadafi, dan adiknya, Mutassim, terbunuh dalam keadaan yang mengerikan. Ditambah lagi, jasad keduanya dipajang di depan orang banyak dan tak langsung dimakamkan di mana menyalahi hukum Islam.

"Gambar kekejaman ini disiarkan ke seluruh dunia sehingga hal itu membuat klien saya sangat stres," kata pengacara Aisha, Nick Kaufman, seperti dimuat kantor berita Reuters, Kamis 15 Desember 2011. Menurutnya, Aisha juga ingin mengetahui apakah ICC bersedia melakukan pengusutan atau tidak.

Kaufman juga mengatakan, kliennya menyesalkan kondisi ayah dan adiknya yang ditangkap hidup-hidup dan dalam keadaan tidak membahayakan untuk kemudian disiksa. "Seperti yang Anda ketahui, analisis Anda terhadap situasi Libya mengharuskan Anda melakukan penyelidikan terhadap tindak kejahatan yang dituduhkan semua pihak," ujarnya.

Juru bicara ICC, Florence Olara, masih belum dapat menjelaskan posisi lembaganya terhadap surat Aisha itu. ICC memiliki kekuasaan hukum dalam masalah Libya di bawah Resolusi Dewan keamanan PBB sejak 26 Februari tahun ini.

Aisha Khadafi yang dijuluki Claudia Schiffer dari Libya ini diiizinkan terbang ke Aljazair atas alasan kemanusiaan. Ia terbang bersama ibunya, Safiya, saudaranya, Mohammed dan Hannibal, berserta beberapa anggota keluarga lainnya. (kd)• VIVAnews

sumber

0 komentar:

Poskan Komentar